Bulan Merah Jambu

0 Comments
Februari identik dengan bulan cinta. Di bulan ini konon kabarnya seorang yang Suci rela mengorbankan dirinya demi kebebasan manusia untuk saling merasakan cinta. Sehingga tanggal 14 Februari di seluruh dunia diperingati sebagai hari cinta kasih. Suasana merah jambu yang mewakili warna cinta marak dimana-mana. Berbagai asesoris berbentuk love laris manis, coklat, makanan, bunga sampai filem romantis atau sinentron romantis mudah kita temukan di sekeliling kita.
Bagi mimi sih biasa aja kali...tiap saat juga adalah hari penuh cinta...cie..... Mimi adalah orang yang lumayan mengagungkan cinta, dari cinta yang kecil, sedang besar atau cinta yang Maha Besar yaitu cinta Allah. Mimi terkadang heran apabila ada seseorang yang memutuskan untuk bersama dengan pasangannya hanya karena materi. Kok bisa ya...? Apa jadinya hidupnya tanpa mencintai pasangan. Meski memang saling mencinta pun tidak bisa menjadi jaminan hidup seseorang bahagia. Atau malah diawal kita merasa mencintai pasangan tiba-tiba dipertengahan kok datar..garing bahkan gak jelas apa yang dirasakan. Mimi gak mau demikian.
Pada saat seseorang sudah memiliki apa yang dicintainya, kadang memang ujian kembali datang untuk menguji dan menyuburkan cinta itu. Meski mungkin bentuknya adalah hadirnya cinta yang lain. Kok bisa? kata orang yang sudah berpengalaman lama berumah tangga kita harus menyiapkan bila hal tersebut terjadi dalam diri kita. Yang mimi dengar jangan kita hindari. hadapi saja perasaan cinta pada yang lain, namun ekspresikan terhadap pasangan kita. Lho kasian dong kalo gitu pasangan kita. Kirain dia kita mengeskpresikan cinta untuk dirinya ternyata sebetulnya itu untuk orang lain. Gimana kira-kira kalau pasangan kita melakukan hal itu pada kita. Tentu Bete abiis.
Saat ini ada sesuatu yang menarik dalam diri, setelah hampir 8 tahun terpaku pada cinta mama, kok ada yang lain yang menarik sih...Astaghfirullah hal adzim ya Allah mimi baong. Gak deh tetep mama is the best. Mimi ingin mensikapi hal ini dengan sehat, bijak dan tetap dalam koridor yang benar.Karenaya mimi harus ningkatin ibadah nih dan harus lebih sering meluangkan waktu berdua dengan mama. Apa mama juga pernah mengalami hal ini ya? ntar deh kita tanyain.
Mimi sudah masukin aplikasi untuk shortcourse ke Iran, gak tahu deh kepanggil engga, cuma memang mimi pengen sekali berangkat kesana sebagai sebuah pembelajaran untuk pernikahan kami. Meskipun mimi terbang ke luar negeri tetap secara bathin mimi dekat dengan mama. Mimi ingin mama percaya bahwa tidak menjadi suatu permasalahan yang besar terpisahnya dua orang yang saling mencinta untuk beberapa saat yang tidak panjang, malah mungkin semakin menyuburkan rasa cinta diantara kami yang mulai agak-agak biasa. Meski dalam hal hubungan seksual justru kami sedang merasakan hal yang sangat dahsayat di usia pernikahan ini.
Ih udah mulai deh udahan dulu deh bagian yang itu mah.
Kuliah dah mulai aktif, mimi pengen menjadi dosen yang bisa menjadikan mahasiswa memahami apa yang disampaikan di mata kuliah dengan cara yang menyenangkan. Mengajar adalah panggilan jiwa mimi. Mimi sangat menikmatinya. Demikian halnya dengan membaca dan belajar sebagai persiapan untuk mengajar. mimi seolah masuk kedalam sebuah dunia yang menyenangkan. Saat membaca buku, mimi serasa masuk kedalam petualangan yang baru, dan terus baru. Buku Cooperatif Learning yang baru di baca cukup menyegarkan mimi agar bisa memberikan metode dan conten yang terbaik buat mahasiswa. Mimi sudah dua minggu gak baca novel, buku motivasi dan cerita fiksi. Duh kalau ibarat minum mimi lagi haus nih, mudah-mudahan aja siang ini kehasusan ini bisa diatasi. Mimi mau keperpus pinjem buku. Kayaknya mimi juga harus baca lagi James Lee Valentine dengan bukunya Pure Power. Jujur buku itu sempat membakar semangat hidup mimi untuk semakin berarti dalam hidup ini.


You may also like

Tidak ada komentar: