Autothelic

1 Comments
Kata ini pertama kali saya dengar dari senior saya di aqidah filsafat. Saat itu ia mengisi in house training yang pertama kali digelar pada LSM yang saya rintis bersama beberapa sahabat. Autothelic entah bagaimana cara penulisan yang benarnya, namun makna yang dijelaskan oleh seniorku tadi sangat berkesan dalam hatiku. Menurutnya autothelic adalah mendasari semua pekerjaan karena cinta. Berorientasi pada tujuan dengan tidak meninggalkan proses. Cinta menjadi kerangka dan fondasi dalam melakukan apapun. Maka apapun yang akan kita kerjakan akan terasa menyenangkan.

Saat ini sudah hampir dua tahun saya dan teman-teman merintis LSM yang kami berni nama RESIC. Suka duka mewarnai perjalanannya. Kalau diibaratkan bayi maka LSM yang kami rintis ini baru bisa berjalan dengan tertatih. Masih belum seimbang dan masih sangat tergantung. Namun dalam waktu yang terus berjalan ini RESIC terus bergerak dan belajar. Menguatkan kaki untuk memperkokoh langkah.

Kali ini sebuah tawaran menyelenggarakan sebuah event outbond RESIC terima. Ini adalah kali ketiga buat kami melaksanakannya. Sekali lagi kami ingin berusaha dan belajar profesional.Dan untuk itu uang bukanlah prioritas utama. Prioritas utama adalah membangun kekompakan antara anggota resic dan memberikan kesan baik pada pengguna jasa kami. Kami yaqin dengan pelayanan yang optimal, maka mereka akan menginformasikan keberadaan kami dengan positif. Ini bisa menjadi strategi pengiklanan secara gratis.

Apa maksud tulisan ini ya? tulisan ini saya tulis karena baru saja saya selesai negosiasi harga yang ternyata lebih rendah 5000 perorang yang kami anggarkan. Tidak rugi memang, keuntungannya masih ada, hanya tidak leluasa kalau mau mengajak teman-teman RESIC sekalian refresing. Hmmm saya yaqin esok akan mendapatkan project yang lebih baik dari hari ini. Bismillah.


You may also like

1 komentar:

  1. Autotelic is one "having a purpose in and not apart from itself"....

    Autotelic, yang kemudian berkembang menjadi autotelicism, cukup sempurna bila diartikan "mendasari semua pekerjaan karena cinta". sebab, cinta dapat melekatkan dan meleburkan diri dengan diri yang lainnya sehingga menjadi satu-kesatuan. dan pada dasarnya autotelic menekankan ketidakterpisaahan dari diri sendiri dan hanya terdapat satu tujuan...entah, saya sok tau nich...



    salam..........

    BalasHapus