Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2011

Insiden Kamis Sore

Dinding depan rumah terlihat tak utuh lagi. Temboknya sedikit hancur dan plester semennya berguguran. Kerusakannya tidak besar memang, mungkin lebarnya sekitar 7 cm panjangnya 15 cm. Kerusakan itu terjadi akibat ulah saya. Saya belum bisa memarkirkan mobil dengan baik. Kejadian ini terjadi sore kemarin. Tidak hanya temboknya sebenarnya, bemper depan mobil juga ada yang retak dan sedikit goresan. Kalau melihat mobil dan tembok rumah yang rusak, sebenarnya saya tidak hawatir. Toh keduanya hanya materi yang tidak akan saya simpan di hati. Namun yang agak menghawatirkan saya adalah hati saya dan suami. Akibat kejadian itu dia bereaksi menasihati saya dan mengatakan bahwa saya masih membutuhkan dia. Saya sudah menyetir tanpa izin darinya. Sebelum dia memberikan lampu hijau untuk saya nyetir sendiri jangan pernah saya melakukannya. Dia bilang saya tidak mentaatinya dan inilah akibat dari perbuatan saya. Saat dia berkata seperti itu, saya hanya bilang bahwa saya akan bertanggung jawab deng

M-21 Bisaa!!!!

M-21 Bisaa!!! seru saya lalu bertanya ke suami, "a kalo "M-21 Bisa" itu produk minuman energi itu ya? wah keren nih judul yang akan saya tulis". "M-21? emang ada? yang saya tau M-150 bukan M-21 kalo minuman energi mah" jawabnya. "Loh emang ganti ya?" kata saya. "Ganti apaan emang dari dulu 150 dan gak pernah kurang" jawabnya. Ya udah terserah...yang penting buat saya M-21 Bisaa saja hehe...maksa pisan. Kenapa saya ngotot dengan M-21 karena saya sedang memperkuat komitmen untuk berubah. "Berubah"...satria baja hitam kalee. Sudah hari ke 3 saya konsisten mengalokasikan waktu untuk serius menggarap studi saya. No...online...no buku gak karuan...no ngobrol saat masuk ke dalam kepompong yang saya siapkan. Kepompong yang nyaman...dengan buku pilihan yang sudah disiapkan dan semangat untuk berubah menjadi kupu-kupu yang indah. M merupakan singkatan dari Misi. Angka 21 saya maksudkan adalah 21 hari berturut-turut melakukan aktifit

Menari....

Bandel!!!itu ocehan teman ketika tau saya punya jadwal tambahan ngajar di Perguruan Tinggi yang lain. Jadwal yang ada aja udah seabrek masih juga mau ditambah yang lain. Kapan kamu mau kelar studinya? Paling tidak minimal, kita butuh waktu 3 jam sehari untuk nulis dan baca untuk disertasi disela-sela seluruh aktifitas kita. Itu minimal non...dengan itu aja entah 7 semester beres atau tidak, apalagi dengan gaya mu yang gak karuan itu. Apasih yang kamu cari? Sempat termenung memikirkan ocehan teman tadi. Iya apa yang saya cari? Duit? engga juga...gajinya gak terlalu besar. Gaji sertifikasi dosen negri cukup buat gaya hidup saya yang minimalis,dari suami juga ada. Trus apa dong? Saya ngajar mata kuliah agama Islam di Perguruan Tinggi Umum ini, ruhnya beda banget saat ngajar filsafat di UIN. Mahasiswa yang saya ajar mata kuliah agama Islam ini begitu antusias, semangat dan menyenangkan. Mereka baru semester awal masih fresh dan belum tercemar. Beda kalo ngajar di UIN yang selalu kebagian

Bangun tidur...tidur lagi

Hampir sepanjang hari berada di atas kasur. Habis masak langsung ke kasur, habis ngurusin anak langsung ke kasur pokoknya kasur jadi sentra kegiatan hari ini. Emang ngapain aja di kasur? kebanyakan hari ini aktifitas yang dijalani adalah baca dan tidur. Pikiran tentang kerjaan, disertasi...juga masalah-masalah yang lain untuk hari ini disimpan di lemari es hatiku. Nyaman rasa yang kurasakan saat ini. Mengistirahatkan badan sambil berbalut selimut. Sesekali anakku keluar masuk kamar untuk sekedar melihat ibunya. Mereka berkata "mimi seperti mbah surip bangun tidur tidur lagi bangun lagi tidur lagi banguuun tidur lagi" saya bertanya "kan mimi baca...trus juga masak, masa disamain sama mbah surip?" "iya bangunnya untuk baca sama masak doang...kebanyakan tidurnya" jawab anakku yang pertama. "Iya besok mimi mau rajin lagi...kita gosokin semua kamar mandi...sebelumnya kita senam pagi sambil cari sarapan di pasar pagi", ajak saya. "Hore...asik ki

Ups...Hampir Saja

Malam ini dua buah buku sudah saya pegang setelah mengkondisikan anak-anak untuk tidur. Kedua buku tersebut saya bolak balik, kira-kira yang mana duluan yang akan saya baca. Sepertinya buku yang lebih kecil lebih menarik. Buku yang berjudul "Hak Untuk Malas" menggelitik saya yang sedang merasa malas agar bisa berapologi dengan ilmiah. Buku ini baru tadi siang saya beli saat diminta kantor untuk belanja buku perpustakaan. Buku ini saya beli untuk menghiasi perpustakaan pribadi yang sebelumnya akan saya kunyah dulu isinya baik-baik. Tentu pake uang pribadi dong...padahal ahir bulan ini budjet saya mulai menipis. Tapi begitulah saya dari dulu saya rela tidak beli apa-apa asalkan dapat buku baru. Uang THR kantor habis bis...juga buat buku. Baju lebaran? yah...seadanya sajalah...toh pake baju apa saja kalo penampilan udah oke...tetep oke kan? iiih narsis abis padahal sedang menghibur diri karena sering diledek temen kantor yang selalu maching. Kalo baju ungu...tas ungu...sepat

Rutinitas biasa...biasa aja kaleee

Segunung cucian subuh ini sudah menyapa...Ini terjadi karena saya suka menunda pekerjaan. Kebiasaan basi yang sukar diubah. Kebiasaan ini juga berimbas dengan studi yang dijalani. Entah kenapa saya lebih suka mengerjakan sesuatu yang tidak prioritas meski pekerjaan itu penting. Kalo skala pekerjaan itu prioritas utama untuk diselesaikan maka saya merasa tertekan dan malah menghindari pekerjaan tersebut. Saya memang paling tidak suka melakukan sesuatu dalam sebuah tekanan. Tapi sampai kapan mau gini terus? Ayo Hannah...manajemen waktumu harus lebih perbaiki lagi...Coba tempatkan skala prioritas terutama yang penting dan mendesak. Jangan kamu bikin lubang untuk mengubur dirimu sendiri.Hal kecil kecil inilah yang sebenarnya menentukan keberhasilan dimana pun. Huhh...benar-benar kalo rasa malas datang maka semua kalimat motivasi dari berbagai buku...pelatihan...nasihat menguap semua. Pagi ini anak saya yang TK mogok pergi sekolah dengan alasan sering dimarahi oleh ibu gurunya. Saya bert

Refleksi Kesehatan Reproduksiku

Sedikit Caffein semoga bisa mengusir rasa malas. Membangkitkan sedikit semangat yang masih terbias liburan. Menyiapkan sarapan, mencuci piring dan sedikit beres-beres sudah saya lakukan. Namun tiba-tiba perut saya terasa sakit tidak parah memang. Sedikit perih dan sepertinya ada sesuatu yang terjadi di rahim. Berbaring sebentar sambil online namun tetap rasa sakit itu tak mau enyah. Ada apakah ini? hari keberapakah dari siklus haid? Hari ini hari ke 25 dari hari pertama haid. Selama ini siklus haid saya antara 25-28 hari. Saat saya periksa, ternyata memang benar haid sudah datang. Ya sudahlah, rasa sakit yang terasa itu karena meluruhnya sel dinding rahim yang sudah menebal. Karena tidak terjadi pembuahan maka ahirnya sel dinding rahim tersebut meluruh dengan ovum yang tidak terbuahi. Merenungkan proses reproduksi yang terjadi dalam tubuh ini. Bulan ini saya tidak memakai pantang berkala seperti bulan-bulan lalu. Malah saat mengalami masa subur dimana ovum saya matang di hari ke 13

Awal Semester Baru

Awal semester ganjil sudah dimulai. Dua mata kuliah kembali saya pegang. Filsafat Sosial serta Agama dan Gender. Lega rasanya hanya kedua mata kuliah itu yang diberikan. Tidak seperti semester ganjil lalu saya mendapat tambahan mengajar Logika dan Kapita Selekta. Tambahan mengajar sebenarnya merupakan tantangan tapi juga sebuah beban. Kenapa beban? karena saya harus mempersiapkan banyak hal dengan banyak membaca, menulis dan menyiapkan mental. Terus terang kondisi saya yang sedang studi, memiliki dua anak yang masih kecil, aktivitas LSM dan konsultan sebuah lembaga membuat saya selalu berlari agar mendapatkan waktu berkualitas disetiap kesempatan. Kondisi ini membuat hidup ini semakin hidup. Life is never flat...seru nya hidup ini! terimakasih Allah menempatkan saya pada kondisi dimana peluang pahala dan prestasi bisa terus saya raih. Sebenarnya saya ingin mengambil cuti ngajar agar konsentrasi nulis disertasi seperti beberapa teman, tapi mengajar adalah sebuah spirit buat saya untu

Sunset 1 Syawal 1432 H

Gambar
Menikmati sunset 1 syawal di Pasir Putih Carita jadi pilihan keluarga kami. Mumpung yang lain sibuk berbuka karena lebarannya jadi hari rabu artinya pantai akan sepi. Benar...hanya beberapa orang saja yang bermain di pantai. Selebihnya keluarga besar kamilah yang meramaikan pasir putih ini. Sudah setengah tahun saya tak menikmati air laut yang menyehatkan. Sehingga saat ada kesempatan meski sudah ibu-ibu saya tak melewatkannya Tapi ibu-ibu yang lain juga ikutan ding...kakak saya, ibu dan adik ipar juga ikut berenang. Setelah berenang ditutup dengan makan bersama di pantai. Alhamdulilaah Betapa besar karunia Allah kepada manusia yang senantiasa memberikan banyak hal indah menakjubkan yang tersedia di alam. Lautan syukur menyeruak dalam dada...betapa Ia betul berperan sebagai Rabb..., duh malunya hati ini karena belum bisa optimal mencintai-Nya dan taat pada-Nya. Amal saya baru setitik kecil namun kasihnya selalu meliputi diri ini Rabb...ampuni kesalahanku...terimakasih atas nik