Lagi...lagi dan lagi

0 Comments
Sesuatu yang sederhana. Murah juga mudah. Untuk mendapatkannya bisa dilakukan kapan saja. Namun entah mengapa waktu yang dihabiskan untuk meraihnya lumayan lama. Bahkan menghabiskan seharga biaya sesuatu tersebut. Kejadian ini kerap saya alami. Kenapa?

Lagi..lagi dan lagi...setelah teratasi baru tersadar kenapa tidak dari dahulu saya melakukan A? kenapa tidak dari dahulu saya membeli B? kenapa tidak dari dahulu saya menghubungi C?  Mungkin pada saat masalah tersebut datang hal tersebut memang sulit untuk saya karena minimnya pengetahuan yang saya miliki. Saya bilang saat ini mudah  karena sudah tahu.

Ya jadi teringat saat pertama kali belajar matematika terutama perkalian di kelas 3 SD. Saat itu betapa sulit saya mencari tahu hasil perkalian. Saya hapalkan mereka dengan susah payah. Dengan suara yang keras. Saya lakukan sambil main, sambil bantu ibu dan sambil melakukan aktifitas yang lain. Terasa sulit dan saya saat itu berfikir bisakah saya menghapal sebanyak itu? Ternyata dengan proses saya bisa menghapalkannya dan mengerti lebih perkalian bahkan sampai beberapa digit.

Proses belajar apapun ternyata hampir sama dengan kondisi di atas. Awalnya sulit namun sedikit demi sedikit menjadi bisa dan terasa gampang. Jadi mungkin 'waktu' merupakan sebuah keniscayaan dalam proses.  Tak usah menyesali 'waktu' yang sudah dihabiskan karena dengannya banyak hal bisa terselesaikan.

Selain waktu saya kira dalam berproses kita membutuhkan juga tenaga dan hal material lainnya. Mungkin terlihat berlebihan untuk sebuah tujuan sederhana yang ingin diraih. Namun sebenarnya bukan tujuan itu sendiri yang ingin dicapai. Melainkan untuk melalui proses dengan lebih baik lagi. Mau lagi? lagi? dan lagi...


You may also like

Tidak ada komentar: