Weekend Meraah!

0 Comments
Berbagai pilihan seperti biasa terhidang begitu saja ahir pekan ini. Mulai dari rapat kerja p2tp2a, paket kuliah Epistimologi, jalan-jalan dengan keluarga, kumpul bareng teman-teman RESIC atau istirahat di rumah mengingat saya baru saja pulang dari luar kota karena mengikuti sebuah kegiatan. Kalau menuruti hawa nafsu tentu pilihan terahir yang akan saya pilih untuk memulihkan tenaga yang sudah terkuras. Namun dari sekian banyak pilihan justru yang terahir inilah yang belum saya jalankan.

Jum'at siang saya tiba dari Jakarta. Sampai di rumah disambut anakku yang kecil dengan senyum riangnya. Dia begitu bahagia karena saya menepati janji membawa piala dan oleh-oleh lainnya. Dia bertanya bisakah dia nanti juga mendapat piala seperti yang saya dapatkan? saya menjawab tentu bisa. Dia bisa meraih apapun yang dicita-citakannya bila terus membaca dan menulis. Kami berdua membayangkan berkeliling dunia saat ia dewasa nanti. Sejak kecil saya memang menanamkan impian-impian yang belum bisa saya raih kepada kedua anak-anakku. Impian itu adalah belajar di berbagai wilayah dunia yang menjadi pusat pengetahuan.

Saya mulai mengkondisikannya karena saat itu teman-teman p2tp2a sudah menunggu untuk acara rapat kerja tahun 2012. Saya meminta izin kepadanya untuk mengikuti rapat dan menjelaskan betapa pentingnya hal tersebut untuk menolong perempuan dan anak di Jawa Barat. Kembali saya mengingatkan memorinya saat melihat anak jalanan dan orang-orang terlantar dan mereka harus kita perhatikan. Dia mencoba mengerti penjelaskan saya dan menanyakan rencana kami ahir pekan ini. Ahir pekan ini kami berencana jalan-jalan sambil membeli sepatu yang mereka inginkan. Saya memeluknya dan mengucapkan terimakasih atas pengertiannya yang sudah memberikan 3 hari dalam seminggu ini untuk masyarakat.

Pukul 13.30 saya memacu motor menuju kantor. Ternyata teman-teman sudah ada di lokasi raker dan saya harus menunggu tim kedua yang berangkat pukul 15.30 menuju Sari Ater Subang. Raker berjalan dengan lancar  semalaman. Saya betul-betul dikuasai lelah dan ngantuk yang sangat, sehingga tertidur di raker  dan menjadi bahan tertawaan yang lain. Program kerja divisi advokasi yang saya tangani sudah dibuat sebelum raker. Jadi raker lebih pada menentukan time line program kerja antar divisi agar tidak bentrok. Selain juga membicarakan kendala-kendala selama ini agar program tahun 2012 lebih baik lagi dari kemarin.

Pagi hari setelah berendam air panas dan sarapan di hotel, segera saya pamit untuk mengikuti kuliah Epistimologi ilmu sosial bersama Dr. Haryatmoko dosen Filsafat UI dan UGM yang diadakan di GSG Salman ITB. Untuk menuju lokasi kuliah, saya harus menunggu teman yang baik hati yang mau mengantar sambil ia pulang ke Bekasi. Karena kalau memakai kendaraan umum sangat sulit. Ahirnya saya terlambat satu jam.

Pukul 10.00-11.00 saya mengikuti perkuliahan sesi pertama. Kuliah disajikan dengan asyik. Dr. Haryatmoko seorang pembicara yang baik. Selain ia memang pakar dibidangnya, gaya bicaranya yang menyenangkan membuat tema-tema filsafat begitu mudah dipahami. Sesi kedua akan berlangsung pukul 13.00 - 15.00. Artinya saya punya waktu dua jam untuk shalat dan beristirahat. Setengah jam saya pakai untuk ngobrol dengan panitia juga  peserta kuliah yang lain dimana kebetulan dia adalah mahasiswa yang pernah saya ajar dua tahun lalu. Dia adalah mahasiswa yang cerdas dan memiliki konsen yang sama dengan saya yaitu tema-tema sosial dalam filsafat. Setengah jam lagi saya terjebak di angkot karena ada wisuda UNISBA untuk mengambil motor yang saya simpan di kantor. Setengah jam lagi saya pakai internetan. Sisanya makan, sholat dan perjalanan menuju ruang kuliah.

Sesi kedua ini kembali saya mengalami ekstase. Betul-betul mendalam apa yang disampaikan Dr. Haryatmoko ini. Refernsi yang jelas. Analogi yang pas yang memudahkan pemahaman, juga gayanya yang humoris membuat peserta tertawa-tawa dalam keseriusan. Dalam benak saya berfikir, mungkinkah kelak saya bisa memiliki kapabilitas sepertinya dalam mengajarkan filsafat? Tentu tidak ada yang tidak mungkin bila saya terus belajar lewat membaca buku dan membaca kehidupan serta terus berlatih menyampaikan. Rasanya paket kuliah yang diadakan 8 kali ini akan terasa menyenangkan.

Pulang kuliah saya segera memacu motor menuju rumah. Bandung utara menuju timur saya tempuh dalam waktu 1 jam. Pukul 16.00 saya disambut suami, dan kedua anakku yang sudah bersiap untuk jalan-jalan ke mall sesuai dengan rencana. Segera berganti pakaian dan berangkat bersama mereka. Kami bisa tertawa bersama bermain lempar bola dan beberapa game lainnya, mencari sepatu serta mengahiri jalan-jalan dengan makan malam bersama.

Sampai di rumah pukul 20.30 kami segera shalat berjamaah dan bersiap istirahat tidur. Pagi hari saya mulai mencuci pakaian dan beres-beres sambil menulis. Bersiap-siap kumpul dengan teman-teman RESIC sambil mengasuh anak-anak. Ah...tak terasa besok sudah kembali hari senin. Semoga apa yang saya lakukan bukan sebuah kesia-siaan. Sebuah harapan untuk bisa bermanfaat menjadi motivasi terbesar hidup ini agar bisa menemui-Nya dengan tersenyum. Terus melangkah dalam perjalanan menuju-Nya dan dalam dekapan-Nya. Bimibing Hannah selalu Rabb...




You may also like

Tidak ada komentar: