Senin, 16 April 2012

Kesehatan Perempuan-perempuan Hebat!

Maret tahun  lalu saat hari perempuan internasional saya bertemu dengan bu Saparinah Sadli di Kajian Wanita UI. Perempuan hebat berusia 85 tahun ini masih terlihat bugar di usianya yang matang. Apalagi saat dia berbicara, masih semangat dan runut dalam menjelaskan sesuatu. Hari perempuan Internasional tahun ini saya bertemu dengan Siti Fadilah Supari di Kedubes Belanda dalam acara Sarasvati Award. Perempuan berusia 62 tahun ini juga terlihat lebih muda dari usianya. Pembicaraannya dalam talk show sangat kritis dan berapi-api. Selain kedua perempuan ini, pada kesempatan yang lain, saya juga bertemu dengan perempuan perempuan hebat lainnya yang memiliki penampilan yang energik dan lebih muda dari usia mereka. Ninuk Widyantoro dari YKI yang seusia Siti Fadilah  dan sama lincahnya, Julia Suryakusuma dengan badannya yang sintal dan rambut yang indah padahal usianya hampir 60 tahun. Musdah Mulia,  Karlina Leksono, Kamala Chandrakirana dan beberapa aktivis perempuan lain yang pernah bertemu secara langsung dan saya terpukau dengan segar dan energiknya penampilan mereka.

Bagaimana dengan saya? Usia saya baru  32 tahun.  Tapi belakangan terasa loyo dan lemah. Flu agak sering mengunjungi. Tekanan darah rendah. Sering terlihat pucat dan lemas. Bahkan teman-teman sering bilang penampilan saya tidak beda jauh dengan korban yang didampingi. Dokter kantor bilang penyumbang AKI yang tinggi adalah perempuan dengan kondisi badan seperti yang saya punya. Awalnya saya tidak memperhatikan semua itu sampai seorang Profesor  China memeriksa kesehatan saya dan menjelaskan panjang lebar tentang pola hidup yang saya jalani saat ini.  Padahal kami baru bertemu. Dia hanya memerikasa denyut nadi dan memperhatikan wajah saya. Sarannya saya harus olah raga dengan rutin dan makan dengan sehat. Sambil mengkonsumsi obat yang dia berikan.

Awal April ini saya ingin berubah!. Saya jadi teringat ketika masih  mahasiswi saya rutin joging dan senam. Makan baso adalah hal yang tidak saya sukai. Saya lebih suka memasak sendiri. Setiap hari minggu saya lari dari kostan ke manglayang atau ke gede bage. Kalau teman-teman mahasiswi lain jalan kaki atau naik angkot, saya betul betul joging  dan diteruskan dengan senam. Renang pun saya lakukan dengan rutin. Sehingga meski sering naik gunung saya hampir selalu kuat.

Setelah menikah dan punya anak satu saya agak jarang renang dan senam. Hanya beberapa kali saja dari komplek Taruna  Ujung Berung saya joging sendiri ke gede bage untuk sekalian senam dan belanja dapur. Setelah itu saya hanya sesekali saja senam dan berenang sambil ngasuh anak.

Setelah punya anak dua saya hampir tidak pernah senam dan jalan kaki. Apalagi joging. Kemana-mana selalu memakai kendaraan. Bahkan untuk pergi ke warung. Saya malas jalan kaki dan naik sepeda. Ahirnya puncaknya seperti saat ini. Saya mudah sekali terserang flu yang biasanya jarang menyapa. Tekanan darah rendah dan sering cepat lemas dan loyo.

Awal April ini betul betul saya mempraktekan kembali kebiasaan yang dulu sudah ditinggalkan. Saya bertekad untuk menjaga amanah yang telah diberikanNya. Ingin sekali mencontoh perempuan-perempuan hebat yang sudah saya ceritakan di atas.Karena sangat tidak nyaman memiliki tubuh yang loyo. Saya menjadi lambat dan sulit bergerak. Senam sebenarnya sudah saya praktekan selama dua bulan ini, seminggu dua kali.

Senam April ini saya lakukan setiap hari. Joging setiap pagi mengitari lapangan volly  25 kali juga dijabani. Artinya saya melalukan jogging sekitar 1,5 kilo sehari. Habis subuh sambil mencari sayuran saya lari pagi dan sengaja mencari warung sayuran terjauh dari rumah. Mengantar anak ke sekolah tidak lagi memakai motor/mobil tapi memakai sepeda. Jadwal renang seminggu sekali juga saya tepati.

Semoga usaha ini membuahkan hasil. Saya ingin sehat dan bisa melakukan banyak hal untuk orang-orang yang saya cintai. Melakukan kebaikan terhadap sesama sesuai dengan kemampuan saya. Ingin terus bisa bermanfaat seperti perempuan-perempuan hebat yang sudah saya sebutkan di atas. Bismillah insya Allah saya Bisa!!!

Minggu, 08 April 2012

Tragedi Alis

Apakah esok saya punya mental yang cukup untuk bertanggungjawab karena kesalahan yang sudah diperbuat? Kesalahan itu sangat nampak dan sulit ditutupi. Kesalahan karena saya lupa dan tidak waspada akan sesuatu. Kesalahan yang awalnya muncul karena iseng.

Saat creambath di salon kemarin, petugas yang menangani saya sangat ramah. Sehingga saya merespon dengan keramahan serupa. Dia pintar membuat suasana menyenangkan. Biasanya saat creambath saya hanya terdiam dan dan terkantuk menikmati pijatan di kepala. Namun kali ini kami berbincang bincang dengan asyik. Mulai dari perawatan tubuh, keluarga dan banyak hal.

Disamping saya ada seorang remaja putri yang sedang dirapikan alisnya. Padahal alis remaja putri tersebut tipis dan pendek. Saya ahirnya terpancing bertanya tentang kondisi alis saya pada petugas salon. Dia menjawab bahwa alis saya perlu dirapihkan. Alis saya yang panjang dan tebal memang hampir tidak pernah dirapihkan. Hanya satu kali saya pernah dirapihkan yaitu saat resepsi pernikahan. Petugas salon itu menawarkan perawatan merapikan alis dan saya menyetujuinya. Saya berpesan agar dirapihkan sedikit saja.

Saat merapikan alis, kepala saya tidak menghadap ke kaca. Petugas membuat posisi kepala saya seperti orang yang sedang tertidur. Dia dengan teliti merapikan alis saya. Setelah selesai, saya sangat kaget dengan hasil karyanya. Kenapa alis saya menjadi  tipis? Saya komplain kepada petugas salon karena tidak sesuai dengan keinginan saya. Dia malah berkata, "tanggung bu...dua hari juga nanti tumbuh lagi dan ibu lebih cantik dengan alis baru ini". Gubraaak...saya jadi sedih melihat nasib alis saya.

Sesampainya di rumah anak-anak jadi heran melihat perubahan ibunya. Suami saya juga mesem mesem melihat tampang baru saya. Saat saya meminta pendapatnya dia malah tertawa terbahak bahak dan mengatakan bahwa saya seperti wayang. Kurang ajar banget tuh petugas salon dalam hati, tapi kenapa juga saya meminta alis dirapihkan. Kan dia melakukan sesuatu sesuai dengan permintaan klien meski kreatifitasnya yang lebay membuat saya jadi merasa aneh.

Saya mencari tahu hukum merapikan alis di internet. Busyet ternyata hukumnya haram. Memang dulu saya pernah membacanya tapi dah lama dan lupa. Saya cari informasi adakah ulama yang membolehkannya? Ternyata di internet hanya membahas pengharamannya saja. Ada yang membolehkan tapi itu juga tidak jelas ulama yang mana. Informasi ini membuat perasaan saya lebih tidak karuan. Berharap banget bulu-bulu halus itu segera tumbuh.

Besok saya akan mengajar dan menanggung jawabi gelar kasus di kantor. Sebagai Manager kasus tentu saya menjadi penanggung jawab acara ini. Acara ini dihadiri oleh bu Gubernur dan diliput media pula. Apakah saya punya mental menghadapinya? Saya minta nasihat kepada suami harus bersikap seperti apa besok. Ia menyarankan agar cuek saja dan jangan terpengaruh dengan kondisi alis saya. Sebenarnya saat memakai kerudung, alis tidak terlalu tampak kecuali melihat dengan dekat dan teliti. So...cuek aja katanya dan bila ada yang bertanya cukup bilang bahwa minggu depan akan kembali seperti sedia kala. Ya sudahlah pede aja lagi...

Sabtu, 07 April 2012

Kembali pada keseharian

Sore ini menu makan saya maknyosss.... ikan asin gabus goreng terus saya tumis dengan tomat cabe rawit bawang merah dan putih. Rasanya seperti melayang ke Antartika hehe kayak pernah aja ya...Tapi bener nikmaat banget. Belakangan ini saya memang selalu tak berselera makan. Kalau  makan bukan sesuatu yang penting buat tubuh mungkin saya malas melakukannya.

Hanya malas makan makanan berat memang, sayur dan buah selalu semangat saya santap. Saat haid seperti sekarang tekanan darah saya setelah diperiksa  hanya 80/75. Tak terasa pusing sebenarnya, kalau tidak ditakut takuti dokter. Loh kok bisa? ya iyalah saya yang merasakan enjoy aja, eh dokter kantor malah nakut-nakutin setelah memeriksa tensi. Dia menyarankan agar saya lebih banyak makan sayuran hijau dan olah raga.

Mengikuti saran dokter hari jum'at kemarin saya pergi berenang. Berenang sendirian tanpa ditemani anak-anak. Meski cuma satu jam, saya pikir cukup efektif membakar kalori karena fokus dan konsen berenang. Kalau senam setiap habis subuh saya selalu melakukan senam. Sebenarnya badan saya lebih terasa bugar belakangan ini dengan rajin senam. Kalau berat badan tidak naik, jangan dipermasalahkan. Ini sudah jadi masalah klasik saya dari dulu. Tapi menurut tabel berat badan masih masuk dalam ukuran normal meski sedikit di atas garis kurus. Ah egepe deh...

Suami saya baru pulang menengok ibunya. Ia membawakan buah jambu biji merah kesukaan saya. Meski saat menuliskan ini saya sudah sikat gigi dan berencana tidak akan menyantap apa apa lagi, tapi si jambu seksi itu tak bisa dibiarkan begitu saja. Kembali saya melayang menuju Antartika....masya Allah ini jambu manis bangeet. Segala puji bagi yang sudah menciptakan jambu ini. Semoga tekan darah saya naik dan normal kembali. Tentu ada hadiah spesial buat yang sudah membawakan jambu ini.

Malam ini saya berencana tidur awal agar tengah malam bisa bangun dan menyelesaikan artikel yang sudah saya buat tentang perjalanan ke China kemarin. Artikel yang pertama tentang Forbidden City dengan sudut pandang teori seksualitas Freud. Dari kemarin artikel ini tidak selesai selesai karena saya disibukan dengan kembali mengurus rumah dan anak-anak yang kemarin agak lama ditinggalkan. Artikel yang kedua tentang Agama (spiritualitas) bagi orang di China yang nota bene negara Komunis. Nah untuk yang kedua ini bahannya masih belum lengkap. Maggy tour guide di China kemarin banyak bercerita tentang keputusannya untuk bertuhan pada lima tahun terahir ini. Memang sangat kasuistik tapi paling tidak bisa jadi cerita yang menarik untuk artikel ini.

Beberapa artikel lain sebenarnya terbersit juga di kepala. Saya ingin bercerita tentang panda di China. Ingin bercerita berburu makanan halal di sana. Ingin bercerita tentang toilet kering yg bikin saya tersiksa. Ingin bercerita banyaaak sekali. Semua belum saya keluarkan dan kaitkan kira-kira nilai apa yang bisa diambil...ah malming dulu ya...



Fitnah Lelaki Ganteng

Pandemi covid 19 membatasi interaksi sosial manusia. Hal ini membuat semakin banyak orang yang menggunakan internet sebagai media bersosia...