Ilmu Kecoa Terbalik

0 Comments

Pernahkan anda melihat kecoa terbalik? Ada yang pernah dan ada yang belum. Bagi yang belum, jangankan memperhatikan kecoa terbalik, melihatnya melintas saja sudah bikin geli. Maklum kecoa diidentikan dengan binatang yang jorok. Bagi yang sudah, penulis mencoba mengajak anda mengingat kembali apa kira-kira yang dilakukan kecoa saat tubuhnya terbalik akibat diburu manusia atau diburu mahluk yang lain?

Pada saat kecoa terbalik, ia akan terus menggerak gerakan tubuhnya. Meski waktu yang dihabiskan saat menggerak gerakan tubuhnya itu lama, sang kecoa tetap akan bergerak gerak. Ternyata hal ini dilakukan karena bila kecoa itu diam saat kondisi tubuhnya terbalik, maka hewan lain dalam hal ini semut semut akan mengelilinginya dan bisa dipastikan akan menjadi korban dari kumpulan hewan kecil tersebut. Selain untuk menghindari semut semut yang akan memangsanya, usaha kecoa yang terus menggerak gerakan diri juga bisa membangkitkan daya ungkit tubuhnya sehingga ia bisa ada dalam posisi semula.

Apa kaitannya kecoa terbalik dengan permasalahan manusia? Terutama manusia yang sedang ada dalam lembah kesulitan hidup? Manusia yang demikian sangat tidak berdaya sama dengan kondisi kecoa terbalik. Kecoa tidak diam. Karena diam berarti kematian. Manusia pun bila diam dalam lembah kesulitan dan tidak melakukan apa apa tentu hanya kegelapan dan kesempitan yang menyapa. Padahal siapa manusia yang ingin ada dalam kondisi demikian?

Manusia bisa mencontoh usaha kecoa yang terus bergerak gerak dengan gigih untuk bisa bangkit dan kembali meneruskan hidupnya. Kecoa saja bisa kenapa kita manusia tidak bisa? Bukankah potensi kita lebih sempurna dibandingkan kecoa?

Bergerak dan berusaha untuk menyelesaikan berbagai persoalan merupakan keharusan, karena bagaimanapun juga diam ternyata tidak menghasilkan apa-apa. Terus bergerak bila dikaitkan dengan analogi sebuah kumparan akan menghasilkan energy dan magnet. Energi untuk bangkit dari lembah kesulitan dan magnet yang akan menarik hal hal yang membantu tercapainya sebuah tujuan.

Kondisi seseorang yang berada dalam sebuah lembah kesulitan hidup, bisa menjadi alasan yang kuat untuk terus bergerak. Bergerak akan mengurangi perasaan  tertekan akibat berbagai permasalahan. Tidak hanya itu  bergerak bisa menjadikan seseorang sampai ke permukaan atau bahkan bisa melejit menggapai langit. Karena sebuah tujuan yaitu kesuksesan akan semakin dekat diraih kalau dilangkahkan dengan terus bergerak.

Orang beriman akan diuji dengan kematian (duka cita/kesulitan) dan kehidupan (sukacita/kesuksesan) untuk melihat siapakan yang terbaik amalnya? Amal berupa perbuatan baik yang terjadi bila manusia terus bergerak.  Ini merupakan perkataan Allah dalam Qur’an surat al Mulk (62) ayat 2. Kalau begitu gerak merupakan sebuah keniscayaan.

Ada satu hal yang sangat penting yang mendasari semua hal yang dibicarakan tentang terus bergerak dari tulisan ini. Hal yang mendasari semua gerak yang dilakukan adalah sebuah NIAT POSITIF (Positive Intention). Niat positif ada dalam pola pikir positif. Niat positif inilah yang menjadi dasar dari semua gerak (action) yang dilakukan. Gerak (action) positif akan menghasilkan (result)  positif juga. Muncul pertanyaan, gerak seperti apa yang harus dilakukan? Nah untuk jawaban pertanyaan ini kita ikuti pertemuan The Runners yang ketiga, tunggu ya….

Blue Diamond 24 Januari 2013

Refleksi pertemuan ke-2 'The Runners' komunitas Muda Mulia yang disampaikan oleh Rendy Saputra. Menulis merupakan cara untuk mengikat ingatan. Tidak hanya terpatri dalam ingatan saja semoga ia menjadi gerak yang terus berkelanjutan. 


You may also like

Tidak ada komentar: