Ahirnya....15-12-15

0 Comments
15-12-15...angka cantik ini merupakan moment yang sudah sekian lama ditunggu. Tidak hanya menunggu, saya juga berjibaku agar memang bisa menghadapinya. Dari sekian banyak permasalahan yang muncul dalam proses bertemu moment tersebut, hal non teknis merupakan hal terberat yang saya rasakan. Benarlah kiranya bahwa menundukan hawa nafsu merupakan jihad terbesar.

Kemalasan merupakan hal yang cukup berperan menghambat dan memperpanjang proses pencapaian. Saya sempat bermain petak umpet dengan seorang sahabat. Saya menyayanginya, tapi kalau sudah dekat...mendadak saya ikut dengan arusnya. Arus aktivisme yang tiada kata henti namun malas untuk berefleksi. Apalagi menulis untuk mengabadikan diri.

Untuk berefleksi kita memang harus memiliki jarak. Jarak agar bisa melihat dengan lebih menyeluruh. Bila masih ada di dalamnya, saya rasakan sulit. Energi terkuras oleh sekian banyak aktivitas. Selain juga emosi karena yang dihadapi meruparkan hal yang memilukan hati. Untuk itu saya memutuskan keluar dari lembaga tempat mendampingi dan meneliti.

Saat sudah berjarak, tetap saja aktivitas tidak bisa dikurangi. Amanah menjadi ibu bagi seorang bayi kecil membuat ritme hidup menjadi padat. Menyisihkan sedikit waktu malam hari seperti biasa untuk menulis merupakan hal mustahil. Saya putar otak gimana caranya bisa tetap menulis agar studi yang dimulai ini bisa selesai. Ahirnya menulis disela-sela waktu mengajar menjadi alternatif. Meski dengan itu mendadak saya jadi penghuni ruang dosen paling rajin. Selain juga membawa ransel besar dan tas tambahan untuk buku-buku yang akan saya baca dan kutip.

Perjuangan menyelesaikan studi ini ahirnya selesai. Tahapan studi kali ini memang seperti maraton. Finishnya cukup jauh. Butuh stamina dan ketekunan. Selain juga terus menyediakan hati yang lapang bila menghadapi promotor dengan segala macam keistimewaan mereka.

Yaa...semoga kini saya memiliki waktu yang luang untuk bisa merefleksikan apa yang terjadi. Menulis sebagai bentuk perjuangan yang dipilih. Selain juga terus berusaha menjadi ibu dan istri yang lebih baik lagi. Untuk  itu sedikit liburan layak untuk dinikmati. Yuk...mariiii


You may also like

Tidak ada komentar: