Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Aisyah dan Pandemi Corona

Pertama kali mendengar lagu Aisyah Istri Rasulullah di wag dosen Fakultas Ushuluddin UIN Bandung 3 hari lalu. Saya melihat video yang dikirimkan hanya setengah saja karena merasa tidak nyaman. Video lagu tersebut dibuat dengan setting di dalam mobil dimana seorang suami menyetir sambil menikmati nyanyian empat istrinya yang cantik. Tidak hanya melihat videonya, saat menyimak syairnya juga bikin tambah tidak nyaman.   Saya berpikir kenapa saya tidak nyaman?   Jangan jangan saya termasuk orang yang julid yang tidak suka dengan istri Nabinya sendiri. Bukan, bukan itu pointnya menurut saya. Ini lebih kepada ketidaksetujuan setting video dan syair yang dilantunkan.   Saat saya berselancar di youtube untuk melihat berbagai versi lagu ini, saya bersyukur ternyata versi video yang lain lebih banyak dan bagus dari pada yang pertama saya tonton. Namun tetap saja syairnya membuat saya terganggu. Ternyata bukan hanya saya yang terganggu banyak pihak juga mengeluhkan hal yang sama. Da

Corona dan Pilihan Makna

Hari minggu kini terasa seperti hari yang lainnya. Tidak ada yang istimewa. Tetap di rumah dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Sesekali online untuk hiburan juga untuk memastikan informasi terbaru yang berkembang di negri ini.   Hari ini saya sempat ke swalayan terdekat untuk membeli sembako di rumah yang sudah mulai habis. Keluar rumah saat ini menjadi pengalaman yang lumayan menegangkan. Menggunakan masker dan sarung tangan sebagai upaya kewaspadaan mencegah penularan Corona. Tentunya mencegah penularan lebih baik dari pada mengobati yang sudah terjangkiti. Entah sampai kapan kondisi seperti ini akan kami jalani. Ke luar rumah dan beraktifitas sosial di tempat publik menjadi hal yang dirindukan banyak orang saat ini. Hal ini bisa menjadi kebahagiaan. Bahagia karena bisa jalan-jalan dan ngobrol bareng teman teman. Bahagia karena bisa cuci mata di mall. Bahagia karena bisa mengajar di kelas. Bahagia karena bisa meneliti di lapangan serta bahagia-bahagia yang   lain terka

Penggorengan Gosong

Penggorengan tampak gosong setelah anak-anak menggoreng ayam lumur kesukaan mereka. Api yang terlalu besar dan bumbu yang mengandung sedikit gula menjadikannya lengket mengerak hitam. Tidak hanya permukaannya saja yang hitam, apalagi bagian bawahnya. Saking sempitnya waktu untuk di dapur kemarin, membuat saya tidak mencuci dengan baik penggorengan tersebut. Sebenarnya niat untuk membuat penggorengan tadi kinclong sudah ada beberapa bulan yang lalu. Saya sudah membeli alat pembersih yang dijual di pasar pagi hari minggu. Kata penjualnya ini efektif membersihkan. Saya juga sudah membawa batu apung pemberian paman untuk membersihkan semua penggorengan dan panci di rumah. Namun belum punya waktu yang pas dan tenaga yang pas. Musibah berjamaah korona yang melanda dunia ini membuat saya memiliki waktu yang pas dan tenaga yang pas. Ahirnya niat itu saya wujudkan hari ini. Saya awali dengan membayangkan bahagianya memiliki penggorengan dan panci-panci yang kinclong. Kemudian saya gos

Cicing di Imah

Gambar
Terpat tiga minggu bekerja di rumah. Setelah pandemi korona menyebar di seluruh dunia. Sebuah musibah berjamaah yang menjadikan aktifitas sosial secara fisik bisa menjadi media virus tersebut menjangkiti manusia. Sebelum pandemi ini hadir, lima bula ritme kerja saya di kampus cukup padat. Memulai kerja jam 7.30 pagi dan selesai kerja jam 16.00 sore. Bahkan seringnya saya pulang lebih dari itu karena rapat atau berbagai urusan yang memang harus segera diselesaikan terkait amanah yang baru saya emban. Dua dari tiga anakku ada di pesantren. Sehingga ritme kerja yang padat cukup bisa diatasi. Si kecil yang tinggal di rumah bersama kami setelah sekolah TK kadang bermain di rumah Budenya atau di Day Care sekolahnya atau juga kami bawa ke kampus gantian. Tergantung kondisi dan kemauan putra kami. , Corona mengubah semuanya. Kami berlima kini berkumpul di rumah. Banyak waktu kami habiskan bersama. Tidak hanya sebagai dosen, kini saya bekerja sebagai juru masak, guru bimbel, guru TK dan b