Payung Rizki

Rizki dari Allah itu serupa hujan deras yang membasahi seluruh bumi.  Bila tidak ada yang menghalangi, maka ia akan mengenai pohon, hewan, manusia dan apapun yang ada di permukaan. Ia tak pernah pilih kasih. Semuanya mendapatkan hasil dari upaya yang dilakukannya. Beriman atau tidak. Baik atau tidak. Semuanya Ia berikan.

Bila ada yang tidak terkena hujan deras, maka mungkin orang tersebut memakai payung. Payung yang menghalangi tubuhnya dari air hujan. Payung yang menjadikannya tetap kering. Payung yang menjadikan rizkinya sulit. 

Tidak semua orang Allah berikan rizki yang berkelimpahan. Tidak semua orang pula pula rizkinya sempit. Keduanya tidak menjadi ukuran dimulyakan atau tidak dihadapanNya. Ada yang bekelimpahan ternyata dekat dan taat padaNya. Ada pula yang rizkinya sulit namun tetap dekat juga dan taat padaNya. Demikian sebaliknya ada yang jauh dariNya bahkan durhaka padanya saat memiliki rizki yang berlimpah atau rizki yang sempit. 





Tiga paragraf pembuka ini adalah refleksi saya atas musim hujan yang saat ini terjadi di awal tahun. Refleksi bahwa rizki berupa materi bukan jaminan seseorang dekat atau jauh denganNya. Sehingga hal ini tidak bisa dijadikan tujuan dalam setiap langkah yang dilakukan. Berlimpah atau pun sempit, mendekatiNya adalah hal terbaik bagi seorang hamba dalam hidupnya. 

Tahun 2021 telah memberi kebahagiaan bagi saya. Apa yang dicapai sebagian besar melampaui harapan. Capaian dari berbagai dimensi hidup. Apakah keluarga, pekerjaan, relasi sosial, financial, fisik,  intelektual dan spiritual. Meski yang terahir disebutkan ini adalah hal yang saya tidak memiliki keyakinan apakah capaiannya diraih atau tidak. Hanya berharap semoga bukan ibadah ritual yang menjadi ukuran melainkan sesuatu yang lebih dalam lagi lebih memiliki energi yang mencerahkan dan ini bisa didapatkan dengan berbagai ibadah sosial dengan memberi kemanfaatan bagi sebanyak banyaknya mahluk Allah.

Memasuki tahun 2022 semangat untuk bisa memberikan hal terbaik tetap digelorakan. Menjadikan Allah satu-satunya sandaran. MenjadikanNya satu-satunya tujuan. MenjadikanNya satu-satunya tempat meminta. MenjadikanNya satu-satuNya Kekasih yang tak pernah sedetikpun berpaling. Bismillah. Semoga tahun ini semakin berkah bagi kita semua

Blue Diamond 1 Januari 2022


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa berpakaian lebar menjuntai berbahaya?

Tiga Alasan Seseorang Jatuh

Saling Memaafkan Yuuk!